Berapa lama biasanya waktu yang kamu habiskan buat nge-game dalam 1 hari?
Sekitar 1 jam? Atau cuma 10 menit? Atau bahkan melebihi 8 jam?
Survey di tahun 2020 menyatakan kalo rata rata para gamers menghabiskan waktu sekitar 8 jam 27 menit per minggu untuk gaming, meningkat 14% dari periode sebelumnya.
Untuk itu…
Sudah mulai banyak gamers, baik casual atau pro, yang sadar akan pentingnya penggunaan kacamata gaming untuk mengurangi digital eye strain.
Mata perih akibat paparan layar digital, atau sering disebut juga dengan Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan masalah kesehatan pada mata yang diakibatkan oleh aktivitas berlebihan atau terlalu lama menatap layar komputer, tablet, ataupun ponsel.
Kacamata gaming kamu setidaknya perlu memiliki fitur ini.
Cahaya buatan yang berasal dari perangkat elektronik atau layar digital bukan sesuatu yang harusnya jadi konsumsi mata kita dalam jangka waktu yang panjang.
Tapi beda cerita kalo lagi seru serunya gaming dan mabar. Waktu 6 jam dalam sehari pun rasanya gak cukup.
Biar gak kena efek samping seperti mata perih dan iritasi, sakit leher, atau insomnia, sebaiknya kacamata gaming kamu memiliki fitur fitur berikut biar gak cuma keren dan stylish ya!
#1. Blue light protection.
Blue light atau cahaya biru adalah cahaya tampak dengan panjang gelombang antara 380 hingga 500 nanometer (nm).
Cahaya inilah salah satu sumber terbesar yang menimbulkan efek samping buat kesehatan mata kamu.
Fitur blue light protection atau anti blue light filter jadi fitur wajib yang pertama pada kacamata gaming kamu.
#2. Lensa amber tinted buat kamu yang hardcore gamer.
Berbeda dengan lensa transparan atau semi-transparan yang hanya memfilter sekitar 25%-40% blue light…
Lensa dengan warna amber ini punya filter yang lebih kuat dalam menangkal hingga 65%-95% HEV Blue Light.

“Gue gak gitu ngerti bang apa bedanya antara lensa transparan dengan lensa kuning ini. Jelasin lebih detail dong.”
Nih, langsung meluncur ke artikel di bawah ini udah saya buatin penjelasannya.
Kenapa harus kacamata gaming? Perbedaan kacamata gaming dengan kacamata anti radiasi biasa.
#3. Frame yang ringan, nyaman, stylish.
Jangan sampai waktu push rank kamu jadi keganggu akibat kacamata yang bikin pegel dan gak nyaman.
Maka dari itu, pastiin kamu memilih kacamata gaming yang ringan, tapi juga nyaman, plus dengan model yang gak kaku.
Contohnya seperti kacamata gaming VIPER Series dari Dymensiön Gaming Eyewear.
Kualitas frame yang terbuat dari bahan TR (salah satu bahan frame paling premium saat ini) yang membuat daya tahan semakin durable dan ultra lightweight.

Liat aja bentuknya yang sporty dan modern.
Belum lagi ada aksen warna di gagang framenya spesial buat kamu yang pengen tampil beda.
Oh, tuh coba liat frame di bagian telinga.
Kita desain serupa mungkin biar nyaman dipakai barengan dengan headset gaming yang besar.
#4. Build quality.
Sebagai tambahan, perhatikan juga kualitas build dari kacamata gaming yang mau kamu pilih.
Jangan sampai terkecoh dengan harga yang lebih murah.
VIPER Series punya kombinasi engsel yang berjenis spring bikin pemakaian nyaman banget di semua bentuk dan ukuran kepala.
Kesannya makin premium!

Eh, tapi ada juga loh harga yang sama atau bahkan lebih mahal, tapi kualitas daya tahannya rendah.
Contohnya seperti apa yang udah saya share (pengalaman pribadi) pada artikel di bawah ini:
#5. Affordable price
Sekarang kita ngomongin soal harga.
Di luar sana (non Indonesia), rata rata harga jual yang ditawarkan buat 1 pasang kacamata gaming berkisar USD 80 atau sekitar 1,2 juta Rupiah.
Sebut aja brandnya seperti Razer Gunnar atau HyperX.
Apakah harga tersebut cocok dengan kantong kamu?
Kalau iya, maka saya sarankan untuk coba beli dari brand brand besar tersebut.
Sedangkan di Indonesia, Dymension Gaming Eyewear sebagai brand lokal kacamata gaming bisa menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau…
…tapi dengan kualitas yang sebanding.
Saya buat sedikit perbandingannya pada artikel berikut:
Ciri ciri kacamata anti radiasi yang bagus dan berkualitas. Jangan beli yang abal abal ya!
Lantas kenapa harganya Dymension bisa jauh lebih murah?
Metode yang kita gunakan adalah mass production untuk lensa normal saja (non prescription).
Jadi kita gak bisa request lensa minus, plus, atau silinder, setidaknya untuk saat ini.
Lagipula, model frame yang kita tawarkan juga masih sangat terbatas, sehingga jauh lebih mudah untuk dikontrol.
Saran saya pribadi, kalau kamu bukan pengguna kacamata alias mata normal tanpa minus, plus, atau silinder…
…rasanya agak sayang gak sih kalau keluar budget yang terlalu besar untuk sepasang kacamata?
Tulis pendapat kamu di kolom komentar yaa!