Saat mencari kacamata blue light, kamu mungkin menemukan berbagai angka pada spesifikasinya:
- Filter 35%
- Filter 95%
- Filter 98%
- Filter 99%
Pertanyaannya, apakah persentase yang lebih tinggi selalu berarti lensanya lebih bagus?
Jawabannya: tidak selalu.
Angka tersebut menjelaskan seberapa banyak bagian tertentu dari cahaya biru yang dapat dikurangi oleh lensa.
Namun, persentase filter bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas maupun kecocokan sebuah lensa.
Warna lensa, rentang panjang gelombang yang diuji, tingkat kejernihan, akurasi warna, coating, dan aktivitas pengguna juga perlu diperhatikan.
Karena itu, lensa terbaik bukan otomatis lensa dengan angka terbesar. Lensa terbaik adalah yang karakteristiknya paling sesuai dengan kebutuhan visualmu.
Apa Itu Blue Light?
Blue light atau cahaya biru merupakan bagian dari spektrum cahaya tampak.
Sumbernya bukan hanya layar komputer dan smartphone, tetapi juga sinar matahari, lampu, dan berbagai sumber cahaya lainnya.
Cahaya tidak selalu menjadi sesuatu yang perlu dihindari.
Paparan cahaya pada siang hari berperan dalam membantu tubuh menyelaraskan ritme sirkadian dengan siklus terang dan gelap.
Sebaliknya, paparan cahaya yang terlalu terang atau tidak sesuai waktunya pada malam hari dapat memengaruhi kesiapan tubuh untuk beristirahat.
Jadi, konteksnya bukan sekadar:
“Blue light buruk dan harus diblokir sebanyak mungkin.”
Yang lebih tepat adalah:
Jenis cahaya, intensitas, waktu paparan, dan aktivitas pengguna perlu dipertimbangkan secara bersamaan.
Apa Arti Persentase Filter Blue Light?
Secara sederhana, persentase filter menunjukkan jumlah cahaya pada rentang tertentu yang dikurangi ketika melewati lensa.
Sebagai ilustrasi:
- Filter 35% berarti lensa mengurangi sebagian cahaya pada rentang yang diuji.
- Filter 95% berarti tingkat pengurangannya jauh lebih tinggi.
- Filter 99% berarti hanya sebagian sangat kecil dari cahaya pada rentang tersebut yang diteruskan.
Namun, angka persentase tidak boleh dibaca sendirian.
Pertanyaan penting yang perlu diajukan adalah:
Filter 99% pada rentang panjang gelombang yang mana?
Sebuah lensa dapat memberikan penyaringan yang sangat tinggi pada satu bagian spektrum, tetapi memiliki transmisi berbeda pada bagian lainnya.
Karena itu, dua produk yang sama-sama menampilkan angka 95% belum tentu memiliki karakter optik yang identik.
Informasi produk yang baik setidaknya perlu menjelaskan:
- Persentase filtrasi
- Rentang panjang gelombang yang diuji
- Warna atau tingkat tint
- Pengaruh terhadap tampilan warna
- Aktivitas yang direkomendasikan
Apakah Filter yang Lebih Tinggi Selalu Lebih Baik?
Tidak.
Semakin kuat kemampuan sebuah lensa dalam menyaring spektrum cahaya tertentu, biasanya semakin terlihat pula warna tint pada lensanya.
Lensa transparan mempertahankan tampilan warna yang paling natural.
Sementara itu, lensa amber, orange, dan red akan membuat tampilan secara bertahap menjadi lebih warm.
Konsekuensinya, filtrasi yang lebih tinggi dapat memberikan:
- Pengurangan cahaya biru yang lebih kuat
- Tampilan layar yang lebih warm
- Perubahan persepsi warna yang lebih terlihat
- Tingkat kecerahan visual yang berbeda
Karena itu, lensa dengan filter tinggi belum tentu ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna, seperti:
- Desain grafis
- Color grading
- Photo editing
- Video editing
- Pekerjaan kreatif berbasis warna
Untuk pekerjaan tersebut, kejernihan dan color accuracy sering kali lebih penting daripada mengejar persentase filter tertinggi.
Perbedaan Lensa Berdasarkan Tingkat Filternya
Dymension menggunakan beberapa kategori warna lensa untuk kebutuhan dan karakter penggunaan yang berbeda.
1. Transparent Lens — Hingga Sekitar 35%
Transparent lens dirancang untuk mempertahankan tampilan warna senatural mungkin.
Karena tint-nya sangat minimal, lensa ini paling mudah digunakan sebagai everyday eyewear. Tampilan monitor tetap relatif natural dan perubahan warna tidak terlalu terlihat.
Karakter utama:
- Tampilan warna paling natural
- Tint sangat minimal
- Mudah digunakan dalam aktivitas harian
- Sesuai untuk penggunaan indoor dan pekerjaan visual
- Tampilan lebih menyerupai kacamata biasa
Direkomendasikan untuk:
- Pekerjaan kantor
- Belajar
- Desain dan pekerjaan kreatif
- Penggunaan layar sehari-hari
- Pengguna yang tidak menyukai lensa berwarna
Transparent lens bukan pilihan yang lebih rendah hanya karena persentasenya lebih kecil.
Lensa ini memang dirancang untuk menghasilkan keseimbangan antara filtrasi dan kejernihan visual.
2. Amber Lens — Hingga Sekitar 95%
Amber lens memiliki warna kuning hangat yang lebih terlihat dibandingkan lensa transparan.
Tint amber mengubah tampilan layar menjadi lebih warm dan dapat membantu mengurangi kesan cahaya yang terlalu tajam bagi sebagian pengguna.
Namun, warna putih dan warna dingin pada layar juga akan terlihat lebih kekuningan.
Karakter utama:
- Tampilan lebih warm
- Tingkat filtrasi lebih tinggi
- Perubahan warna masih relatif mudah diterima
- Memberikan kontras visual yang lebih kuat
- Cocok untuk penggunaan layar dalam durasi panjang
Direkomendasikan untuk:
- Bekerja di depan komputer
- Belajar dan produktivitas
- Gaming
- Penggunaan layar di ruangan dengan pencahayaan rendah
- Pengguna yang menginginkan keseimbangan antara filter dan visibilitas
Amber merupakan pilihan tengah bagi pengguna yang ingin penyaringan lebih kuat tanpa perubahan warna seintens lensa orange atau red.
3. Orange Lens — Hingga Sekitar 98%
Orange lens memberikan filtrasi yang lebih kuat dan tampilan visual yang lebih hangat daripada amber.
Lensa ini lebih sesuai untuk aktivitas digital intens, terutama pada malam hari atau ketika tampilan warna natural bukan prioritas utama.
Karakter utama:
- Tint orange terlihat jelas
- Pengurangan blue light lebih kuat
- Kontras visual terasa lebih tegas
- Tampilan warna berubah secara signifikan
- Lebih sesuai untuk situasi tertentu daripada penggunaan sepanjang hari
Direkomendasikan untuk:
- Long screen sessions
- Gaming malam hari
- Bekerja di ruangan gelap
- Entertainment dan aktivitas digital
- Pengguna yang tidak membutuhkan color accuracy
Sebagai contoh, STRATOS Orange menggunakan spesifikasi filtrasi hingga sekitar 98% dan dirancang untuk penggunaan layar malam hari maupun sesi digital panjang.
4. Red Lens — Hingga Sekitar 99%
Red lens memiliki tingkat filtrasi paling tinggi dalam pilihan lensa Dymension.
Tint merah akan mengubah tampilan layar dengan sangat jelas.
Warna biru dan hijau dapat terlihat jauh lebih gelap atau berubah ketika dilihat melalui lensa.
Karena karakter tersebut, red lens tidak dirancang sebagai lensa netral untuk semua aktivitas.
Karakter utama:
- Tingkat filtrasi paling kuat
- Perubahan warna paling signifikan
- Tampilan keseluruhan menjadi merah atau warm
- Tidak sesuai untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna
- Lebih tepat digunakan pada malam hari atau situasi khusus
Direkomendasikan untuk:
- Aktivitas digital pada malam hari
- Penggunaan menjelang waktu istirahat
- Sesi layar di ruangan gelap
- Pengguna yang menginginkan tingkat filtrasi maksimal
- Pengguna yang menerima perubahan warna secara penuh
Contohnya seperti Orion Noir dengan Red Lens yang menggunakan tingkat filtrasi hingga sekitar 99%, dengan karakter lensa yang memang ditujukan untuk filtering lebih kuat.
| Jenis lensa | Tingkat filter | Perubahan Warna | Karakter Penggunaan |
| Transparent | Hingga ± 35% | Sangat minimal | Penggunaan sehari hari dan akurasi warna |
| Amber | Hingga ± 95% | Warm ringan – sedang | Kerja, belajar, dan produktivitas |
| Orange | Hingga ± 98% | Warm kuat | Gaming & long screen sessions |
| Red | Hingga ± 99% | Sangat kuat | Recovery, night use, extra hours |
Persentase merupakan spesifikasi filtrasi lensa Dymension. Pengalaman visual dapat berbeda tergantung model, sumber cahaya, layar, pencahayaan ruangan, dan sensitivitas masing-masing pengguna.
Apakah Kita Membutuhkan Filter Blue Light 100%?
Untuk penggunaan sehari-hari, tidak ada kebutuhan universal untuk memblokir 100% seluruh cahaya biru.
Pertama, istilah “100% blue light blocking” harus selalu disertai informasi rentang panjang gelombangnya.
Tanpa informasi tersebut, klaimnya tidak cukup spesifik untuk dibandingkan.
Kedua, lensa yang menyaring hampir seluruh spektrum biru akan menghasilkan tint yang sangat kuat.
Dampaknya adalah perubahan warna, penurunan brightness, dan pengalaman visual yang kurang natural.
Ketiga, cahaya dari layar perangkat dalam penggunaan normal belum terbukti menyebabkan kerusakan retina atau age-related macular degeneration.
CIE menyatakan bahwa klaim hubungan antara paparan blue light dan AMD masih bersifat spekulatif dan belum didukung literatur peer-reviewed.
American Academy of Ophthalmology juga menyatakan bahwa cahaya biru dari komputer tidak terbukti menyebabkan penyakit mata, serta bahwa ketidaknyamanan digital lebih sering berkaitan dengan cara seseorang menggunakan layar.
Karena itu, tujuan penggunaan lensa sebaiknya bukan untuk menciptakan rasa takut terhadap layar.
Tujuannya adalah memilih karakter lensa yang membantu menciptakan pengalaman visual sesuai aktivitas, preferensi, lingkungan, dan waktu penggunaan.
Apakah Filter Tinggi Bisa Menghilangkan Mata Lelah?
Tidak ada lensa yang dapat menjamin pengguna terbebas sepenuhnya dari:
- Mata lelah
- Mata kering
- Penglihatan buram
- Pusing
- Sakit kepala
Digital eye discomfort dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk:
- Terlalu lama melihat dalam jarak dekat
- Frekuensi berkedip yang menurun
- Mata kering
- Brightness yang tidak sesuai
- Pantulan atau glare
- Posisi layar
- Ukuran teks
- Koreksi minus, plus, atau silinder yang tidak sesuai
Karena itu, blue-light filtering lens sebaiknya diposisikan sebagai salah satu bagian dari pengaturan screen comfort, bukan sebagai pengobatan atau jaminan bebas keluhan.
Mengapa Lensa Tinted Terasa Berbeda?
Lensa tinted bekerja dengan mengurangi bagian tertentu dari cahaya yang melewati lensa.
Ketika sebagian cahaya biru dikurangi, keseimbangan warna yang diterima mata ikut berubah. Inilah alasan lensa amber, orange, dan red menghasilkan tampilan yang lebih hangat.
Perubahan tersebut bukan cacat lensa.
Itu merupakan konsekuensi dari karakter filtrasi yang lebih kuat.
Semakin kuat tint-nya:
- Semakin terlihat perubahan warna
- Semakin rendah akurasi warna natural
- Semakin spesifik situasi penggunaannya
Karena itu, jangan membeli lensa tinted tanpa memahami bagaimana lensa tersebut memengaruhi tampilan layar.
Apakah Tes Senter Biru Bisa Membuktikan Kualitas Lensa?
Tes menggunakan blue light torch atau kartu sensitif dapat menunjukkan bahwa sebagian cahaya tertentu dikurangi oleh lensa.
Namun, tes sederhana tersebut tidak cukup untuk menjawab:
- Berapa persen cahaya yang difilter?
- Rentang panjang gelombang mana yang dikurangi?
- Apakah lensa memiliki distorsi?
- Bagaimana kejernihan lensanya?
- Apakah coating-nya tahan lama?
- Seberapa besar perubahan warna yang terjadi?
Untuk mengukur spektrum transmisi dengan lebih akurat diperlukan alat pengujian optik, bukan hanya senter.
Karena itu, jangan menilai kualitas lensa hanya berdasarkan seberapa dramatis hasil sebuah demonstration test.
Cara Memilih Tingkat Filter yang Tepat
Gunakan kebutuhan utama sebagai titik awal.
Pilih Transparent apabila:
- Kamu membutuhkan tampilan warna natural
- Kacamata akan digunakan sepanjang hari
- Kamu bekerja di bidang kreatif
- Kamu tidak menyukai tint kuning atau merah
- Kamu membutuhkan eyewear yang terlihat seperti kacamata biasa
Pilih Amber apabila:
- Kamu ingin tampilan layar yang lebih warm
- Kamu sering bekerja atau belajar di depan komputer
- Kamu membutuhkan filtrasi tinggi tanpa tint terlalu ekstrem
- Kamu menggunakan layar dalam ruangan
- Kamu menginginkan versatile tinted lens
Pilih Orange apabila:
- Kamu sering menjalani long screen sessions
- Kamu gaming pada malam hari
- Kamu bekerja di ruangan dengan pencahayaan rendah
- Akurasi warna bukan prioritas utama
- Kamu menginginkan filtering yang lebih kuat
Pilih Red apabila:
- Kamu menginginkan maximum filtering
- Penggunaan utamanya dilakukan pada malam hari
- Kamu tidak membutuhkan tampilan warna natural
- Kamu memahami bahwa tint akan sangat terlihat
- Kamu mencari lensa khusus, bukan lensa all-day
Jangan Gunakan Durasi Layar sebagai Satu-Satunya Patokan
Durasi screen time dapat membantu memberikan gambaran umum, tetapi tidak bisa dijadikan batas pasti untuk memilih lensa.
Dua orang yang sama-sama berada di depan komputer selama delapan jam dapat memiliki pengalaman berbeda karena:
- Brightness layar berbeda
- Ukuran monitor berbeda
- Jarak pandang berbeda
- Kondisi ruangan berbeda
- Jenis pekerjaan berbeda
- Kondisi mata berbeda
- Frekuensi istirahat berbeda
Karena itu, gunakan durasi layar bersama faktor lain seperti waktu penggunaan, kebutuhan warna, pencahayaan, dan preferensi visual.
Lengkapi dengan Kebiasaan Screen Comfort
Apa pun lensa yang digunakan, tetap terapkan kebiasaan berikut:
- Beristirahat secara berkala dari layar
- Melihat objek jauh setelah fokus dalam jarak dekat
- Menyesuaikan brightness dengan cahaya ruangan
- Menghindari monitor yang terlalu terang dalam ruangan gelap
- Menjaga jarak dan posisi monitor
- Berkedip secara sadar ketika mata mulai terasa kering
- Menggunakan ukuran teks yang nyaman
- Memeriksakan mata jika keluhan terus terjadi
Kesimpulan
Persentase filter blue light menjelaskan seberapa kuat lensa mengurangi bagian tertentu dari spektrum cahaya. Namun, angka yang lebih tinggi tidak otomatis berarti kualitasnya lebih baik atau lebih sesuai untuk semua orang.
Setiap tingkat filter memiliki fungsi berbeda:
- Transparent: maximum clarity
- Amber: balanced comfort
- Orange: stronger filtering
- Red: maximum filtering
Pilih lensa berdasarkan aktivitas, kebutuhan akurasi warna, kondisi pencahayaan, waktu penggunaan, dan preferensi visualmu.
Bukan sekadar mencari persentase terbesar.

Lensa yang Bagus Harus Sesuai dengan Aktivitasmu
Bandingkan karakter Transparent, Amber, Orange, dan Red berdasarkan tingkat filtering, perubahan warna, dan waktu penggunaan.
