
Baru memakai kacamata blue light, tetapi kepala malah terasa pusing?
Kondisi ini sering membuat pengguna menyimpulkan bahwa filter blue light-nya terlalu kuat, lensanya tidak cocok, atau mata sedang beradaptasi.
Padahal, penyebabnya bisa datang dari banyak hal.
Rasa pusing dapat dipengaruhi oleh ukuran frame, tekanan pada pelipis, posisi lensa, distorsi optik, tint yang terlalu kuat, resep yang kurang sesuai, hingga screen setup yang masih membuat mata bekerja terlalu keras.
Dengan kata lain:
Pusing setelah memakai kacamata blue light tidak otomatis berarti masalahnya berasal dari blue-light filter.
Sebelum memutuskan untuk terus memakai atau langsung mengembalikan produknya, periksa delapan kemungkinan berikut.
Catatan: Artikel ini membahas kacamata blue light secara umum dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh dokter mata atau optometris.
Apakah Wajar Merasa Berbeda Saat Pertama Kali Memakainya?
Kacamata baru dapat memberikan pengalaman visual yang berbeda, terutama ketika:
- Bentuk frame berbeda dari kacamata sebelumnya
- Posisi lensa lebih dekat atau lebih jauh dari mata
- Lensanya menggunakan tint amber, orange, atau red
- Terdapat resep minus, plus, atau silinder baru
- Ukuran lensanya lebih besar atau memiliki kelengkungan berbeda
Perbedaan ringan pada warna, brightness, atau posisi frame mungkin terasa asing pada awal penggunaan.
Namun, tidak ada durasi adaptasi yang berlaku untuk semua orang.
Jangan berasumsi bahwa pusing berat, pandangan kabur, atau distorsi harus ditahan selama beberapa hari hanya karena dianggap sebagai proses adaptasi.
Jika kacamata membuatmu kehilangan keseimbangan, kesulitan fokus, atau mengalami pandangan ganda, lepaskan terlebih dahulu dan cari penyebabnya.
1. Frame Terlalu Sempit dan Menekan Pelipis
Penyebab pertama mungkin bukan lensanya, melainkan ukuran frame.
Frame yang terlalu sempit dapat menekan:
- Pelipis
- Area di atas telinga
- Bagian samping kepala
- Area belakang telinga
Tekanan tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang kemudian terasa seperti sakit kepala atau pusing.
Coba perhatikan beberapa tanda berikut:
- Temple terbuka terlalu lebar ketika dipakai
- Terdapat bekas tekanan pada sisi kepala
- Rasa sakit berkurang setelah kacamata dilepas
- Frame terasa seperti menjepit kepala
- Kacamata nyaman selama beberapa menit, lalu mulai menekan
Masalah ini lebih mudah terjadi ketika lebar wajah lebih besar daripada frame width produk.
Cara memeriksanya
Bandingkan ukuran frame baru dengan kacamata lama yang sudah terasa nyaman.
Perhatikan:
- Frame Width
- Lens Width
- Bridge Width
- Temple Length
Selisih beberapa milimeter dapat memengaruhi pengalaman penggunaan, terutama pada frame yang kaku.
Solusinya
- Pilih frame yang lebih lebar
- Hindari membengkokkan frame secara paksa
- Minta bantuan optik untuk melakukan adjustment jika material memungkinkan
- Hubungi penjual apabila ukuran yang diterima tidak sesuai spesifikasi
2. Bridge atau Nose Pad Memberikan Tekanan Berlebihan
Kacamata menyalurkan sebagian beratnya melalui bagian hidung.
Jika bridge terlalu sempit atau nose pad tidak berada pada posisi yang tepat, tekanan dapat terkumpul pada satu titik.
Tandanya dapat berupa:
- Bagian hidung terasa sakit
- Terdapat bekas merah yang dalam
- Frame duduk terlalu tinggi
- Bulu mata menyentuh lensa
- Kacamata terasa berat di bagian depan
- Rasa tidak nyaman muncul meskipun frame tidak terlalu sempit
Pada frame dengan fixed bridge, kecocokan sangat bergantung pada bentuk bridge dan struktur hidung pengguna.
Pada frame metal dengan adjustable nose pad, posisinya biasanya masih dapat disesuaikan.
Solusinya
- Pastikan seluruh berat frame tidak menekan satu titik
- Atur posisi nose pad melalui optik
- Pilih bridge yang lebih sesuai dengan bentuk hidung
- Pertimbangkan frame yang lebih ringan
- Periksa apakah kacamata berada dalam posisi lurus
Kacamata yang bagus tetap dapat terasa tidak nyaman apabila bentuk bridge-nya tidak sesuai.
3. Temple Terlalu Pendek, Panjang, atau Tidak Seimbang
Temple adalah bagian tangkai yang memanjang dari hinge menuju telinga.
Jika temple terlalu pendek, frame dapat tertarik ke belakang dan menekan hidung atau sisi kepala.
Jika terlalu panjang, frame dapat:
- Mudah turun
- Bergerak ketika kepala menunduk
- Mengubah posisi lensa terhadap mata
- Membuat pengguna terus memperbaiki posisi kacamata
Temple kanan dan kiri yang tidak seimbang juga dapat membuat frame miring.
Akibatnya, mata melihat melalui posisi lensa yang berbeda.
Periksa kacamata di depan cermin:
- Apakah bagian atas frame terlihat sejajar?
- Apakah satu lensa lebih tinggi?
- Apakah satu temple lebih terbuka?
- Apakah frame selalu turun ke satu sisi?
Solusinya
Frame metal dan beberapa frame acetate dapat disesuaikan oleh tenaga optik.
Frame berbahan plastik teknis seperti TR90 memiliki karakter berbeda, sehingga adjustment harus dilakukan dengan hati-hati.
Jangan memanaskan atau membengkokkan frame sendiri tanpa memahami materialnya karena dapat merusak struktur atau coating.

4. Terdapat Distorsi pada Lensa
Lensa nonresep seharusnya tidak membuat objek terlihat sangat bergeser, membesar, mengecil, atau bergelombang.
Distorsi optik dapat membuat mata terus mencoba mengoreksi tampilan yang tidak stabil. Hal ini dapat memicu:
- Mata terasa tegang
- Sulit fokus
- Pusing
- Mual ringan
- Pandangan terasa tidak natural
Cara melakukan pemeriksaan awal
- Pegang kacamata sekitar 20–30 cm di depan wajah.
- Lihat garis lurus seperti tepi pintu, rak, atau monitor.
- Gerakkan kacamata perlahan ke kiri dan kanan.
- Perhatikan apakah garis berubah bentuk secara berlebihan.
Sedikit pergeseran pada tepi lensa dapat terjadi karena bentuk dan kelengkungan lensa. Namun, bagian tengah seharusnya tetap memberikan pandangan yang stabil.
Pastikan juga lensanya:
- Bersih
- Tidak terpasang miring
- Tidak tertekan terlalu kuat oleh frame
- Tidak memiliki goresan yang mengganggu
- Tidak memiliki lapisan coating yang rusak
Apabila distorsi terasa jelas pada bagian tengah, hentikan penggunaan dan hubungi penjual.
5. Resep Minus, Plus, atau Silinder Tidak Sesuai
Bagian ini berlaku untuk kacamata blue light yang juga menggunakan lensa resep.
Resep yang terlalu kuat, terlalu lemah, atau tidak lagi sesuai dapat menyebabkan:
- Pandangan kabur
- Sakit kepala
- Mata cepat lelah
- Kesulitan berpindah fokus
- Pusing saat berjalan
- Kesulitan memperkirakan jarak
Kelainan refraksi yang belum dikoreksi, termasuk astigmatisme, juga dapat berkaitan dengan penglihatan kabur, sakit kepala, dan eye strain, terutama setelah aktivitas jarak dekat seperti membaca atau menggunakan komputer.
Jangan menggunakan resep lama hanya karena nilainya terasa masih mirip.
Resep dapat berubah, dan setiap mata mungkin membutuhkan koreksi yang berbeda.
Solusinya
- Periksa kembali hasil resep
- Pastikan lensa kanan dan kiri tidak tertukar
- Bandingkan dengan kacamata resep sebelumnya
- Lakukan pemeriksaan mata jika penglihatan tetap kabur
- Jangan memaksa memakai lensa yang membuat aktivitas sehari-hari terganggu
Blue-light coating tidak dapat menggantikan koreksi minus, plus, atau silinder yang tepat.
6. Optical Center atau Jarak Pupil Tidak Tepat
Pada lensa resep, kekuatan lensa harus ditempatkan sesuai dengan posisi mata pengguna.
Salah satu pengukuran yang digunakan adalah pupillary distance atau PD, yaitu jarak antara pusat pupil.
Jika optical center lensa tidak sejajar dengan posisi pupil, mata dapat bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus. Masalahnya dapat terasa lebih jelas pada:
- Resep yang lebih tinggi
- Lensa silinder
- Frame berukuran besar
- Lensa progresif
- Penggunaan dalam durasi panjang
Tandanya dapat meliputi:
- Pusing yang muncul segera setelah memakai kacamata
- Satu mata terasa bekerja lebih berat
- Pandangan terasa tertarik ke satu arah
- Kesulitan membaca
- Rasa tidak stabil ketika berjalan
- Pusing berkurang setelah kembali ke kacamata lama
Masalah ini tidak dapat dinilai hanya dari penampilan luar lensa.
Solusinya
Bawa kacamata beserta resepnya ke optik untuk memeriksa:
- Kekuatan lensa
- PD
- Posisi optical center
- Axis silinder
- Kesejajaran frame
Untuk lensa nonresep atau plano, isu ini umumnya lebih sederhana, tetapi distorsi dan posisi frame tetap perlu diperiksa.
7. Tint Terlalu Kuat untuk Aktivitas atau Kondisi Ruangan
Lensa amber, orange, dan red mengubah warna serta jumlah cahaya yang diteruskan menuju mata.
Perubahan tersebut memang bagian dari karakter tinted lens.
Namun, tint yang terlalu kuat dapat terasa tidak nyaman ketika digunakan:
- Pada siang hari di ruangan yang sudah gelap
- Untuk pekerjaan yang membutuhkan color accuracy
- Saat berjalan di lingkungan dengan perubahan cahaya cepat
- Ketika brightness monitor terlalu rendah
- Saat pengguna belum terbiasa dengan perubahan warna
Transparent lens
Memberikan color shift paling minimal dan biasanya lebih mudah digunakan sebagai everyday eyewear.
Amber lens
Membuat tampilan lebih warm tanpa mengubah warna sekuat orange atau red.
Orange lens
Menghasilkan perubahan warna yang lebih jelas dan lebih sesuai untuk long screen sessions atau penggunaan malam hari.
Red lens
Memberikan tint paling kuat dan bukan pilihan ideal untuk aktivitas yang membutuhkan tampilan warna natural.
Tint yang lebih tinggi tidak berarti lensanya rusak. Namun, karakter tersebut mungkin tidak sesuai dengan kebutuhanmu.
Cara memeriksanya
Lepaskan kacamata selama beberapa menit, lalu bandingkan:
- Apakah rasa pusing hanya muncul dengan tinted lens?
- Apakah monitor terasa terlalu redup?
- Apakah kamu terus memicingkan mata?
- Apakah ruangan memiliki pencahayaan yang cukup?
- Apakah tint tersebut digunakan pada waktu yang tepat?
Jika amber, orange, atau red terasa terlalu kuat, gunakan transparent lens untuk aktivitas harian dan simpan tinted lens untuk kebutuhan yang lebih spesifik.
8. Masalah Utamanya Berasal dari Screen Setup atau Kondisi Mata
Kacamata dapat terasa seperti penyebabnya karena digunakan bersamaan dengan laptop atau smartphone.
Padahal, ketidaknyamanan mungkin berasal dari kebiasaan menggunakan layar.
Digital eye strain dapat menimbulkan gejala seperti:
- Mata lelah
- Sakit kepala
- Pandangan kabur
- Mata kering
- Nyeri leher dan bahu
Beberapa faktor yang dapat berkontribusi antara lain:
- Melihat layar terlalu lama tanpa jeda
- Brightness terlalu tinggi atau terlalu rendah
- Glare dari lampu atau jendela
- Posisi monitor tidak nyaman
- Jarak pandang terlalu dekat
- Ukuran teks terlalu kecil
- Frekuensi berkedip menurun
- Mata kering
- Resep mata yang belum dikoreksi
- Masalah koordinasi atau fokus mata
AOA menjelaskan bahwa kelainan refraksi, gangguan fokus, koordinasi kedua mata, pencahayaan, jarak layar, dan pola penggunaan perangkat dapat berkontribusi terhadap computer vision syndrome.
American Academy of Ophthalmology juga membedakan kacamata komputer yang menggunakan resep untuk jarak kerja tertentu dari produk blue-light blocking. Blue-light filter bukan satu-satunya jawaban untuk digital eye strain.
Solusinya
Evaluasi seluruh screen setup, bukan hanya kacamatanya.
- Sesuaikan brightness dengan kondisi ruangan
- Kurangi glare
- Perbesar ukuran teks
- Jaga jarak monitor
- Beristirahat secara berkala
- Berkedip lebih sering
- Gunakan pencahayaan ruangan yang seimbang
- Periksa mata jika keluhan terus berulang
Bagaimana Membedakan Adaptasi, Masalah Produk, dan Kondisi Mata?
Gunakan panduan berikut sebagai pemeriksaan awal.
Kemungkinan hanya perbedaan pengalaman visual
Biasanya berupa:
- Tampilan terasa lebih warm
- Brightness sedikit berubah
- Frame terasa berbeda dari model sebelumnya
- Tidak ada pandangan kabur atau ganda
- Tidak mengganggu keseimbangan
- Rasa asing berkurang setelah kacamata dilepas
Gunakan secara bertahap dan evaluasi kenyamanannya.
Kemungkinan masalah fit atau produk
Tandanya dapat meliputi:
- Tekanan kuat pada pelipis atau hidung
- Frame terlihat miring
- Satu temple lebih terbuka
- Distorsi pada bagian tengah lensa
- Pandangan terasa tidak stabil
- Lensanya terpasang longgar
- Rasa pusing selalu muncul dengan kacamata yang sama
Hentikan penggunaan sementara dan hubungi penjual atau optik.
Kemungkinan membutuhkan pemeriksaan mata
Pertimbangkan pemeriksaan profesional apabila:
- Pandangan kabur terjadi dengan dan tanpa kacamata
- Sakit kepala terus berulang
- Satu mata terasa jauh lebih lemah
- Sulit mempertahankan fokus
- Sering melihat ganda
- Keluhan mengganggu pekerjaan atau aktivitas harian
Eye strain biasanya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah mata beristirahat. Namun, gejala yang menetap juga dapat menunjukkan kondisi mata yang memerlukan evaluasi.
Apa yang Harus Dilakukan Ketika Mulai Pusing?
1. Lepaskan kacamatanya
Jangan memaksa meneruskan penggunaan ketika pusing mulai mengganggu.
Duduk dan tunggu sampai kondisi kembali stabil. Jangan berkendara atau mengoperasikan kendaraan jika pandangan atau keseimbangan sedang terganggu.
2. Periksa apakah gejalanya hilang
Catat:
- Berapa lama setelah memakai kacamata gejala muncul
- Apakah pusing berhenti setelah dilepas
- Aktivitas apa yang sedang dilakukan
- Kondisi pencahayaan ruangan
- Jenis lensa yang digunakan
- Apakah gejala muncul pada kacamata lain
Informasi ini akan membantu membedakan masalah frame, lensa, dan kondisi mata.
3. Bersihkan dan periksa lensa
Debu, minyak, goresan, serta coating yang rusak dapat mengganggu pandangan.
Gunakan:
- Air bersih jika diperlukan
- Lens cleaner yang sesuai
- Microfiber cloth
Hindari membersihkan lensa menggunakan pakaian, tisu kasar, atau permukaan yang berdebu.
4. Periksa posisi frame
Pastikan:
- Frame tidak miring
- Temple terbuka seimbang
- Bridge tidak menekan
- Lensa berada pada ketinggian yang sama
- Kacamata tidak terus turun
5. Bandingkan dengan kacamata lama
Jika kacamata lama terasa normal sementara kacamata baru langsung menimbulkan distorsi, bawa keduanya ketika berkonsultasi dengan optik.
6. Uji di kondisi yang berbeda
Untuk tinted lens, coba gunakan pada waktu dan kondisi yang memang sesuai.
Contohnya:
- Transparent untuk aktivitas harian
- Amber untuk screen sessions
- Orange untuk penggunaan malam atau ruangan redup
- Red untuk penggunaan malam yang lebih spesifik
7. Hubungi penjual
Sampaikan gejalanya secara spesifik.
Daripada hanya mengatakan “tidak cocok”, jelaskan:
- Bagian frame yang menekan
- Waktu munculnya pusing
- Apakah terdapat distorsi
- Apakah frame miring
- Apakah pandangan kabur
- Apakah produk menggunakan resep
Informasi tersebut akan mempermudah evaluasi garansi atau penggantian.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?
Jangan menganggap semua pusing dan gangguan penglihatan disebabkan oleh kacamata.
Cari pertolongan medis segera jika muncul:
- Kehilangan penglihatan secara mendadak
- Pandangan ganda yang muncul tiba-tiba
- Nyeri mata yang berat
- Sakit kepala berat disertai pandangan kabur atau ganda
- Perubahan penglihatan mendadak
- Pusing berat disertai kebingungan, kelemahan, atau kesulitan berbicara
Pandangan ganda yang muncul tiba-tiba, terutama apabila disertai nyeri mata atau sakit kepala berat, perlu dinilai segera.
Untuk keluhan yang tidak bersifat darurat tetapi terus berulang, buat jadwal pemeriksaan dengan dokter mata atau optometris.
Apakah Blue-Light Filter Menyebabkan Pusing?
Secara langsung, tidak tepat untuk menyimpulkan bahwa seluruh blue-light filtering lens menyebabkan pusing.
Pada lensa nonresep, ketidaknyamanan lebih mungkin berkaitan dengan:
- Distorsi lensa
- Posisi frame
- Tekanan fisik
- Tint yang tidak sesuai
- Perubahan brightness
- Screen setup
- Kondisi mata pengguna
Pada lensa resep, faktor tambahan seperti kekuatan lensa, PD, optical center, dan axis silinder juga perlu diperiksa.
Hal yang paling penting adalah mengidentifikasi pola gejalanya.
Apakah pusing:
- Hanya terjadi dengan satu kacamata?
- Hanya terjadi saat melihat layar?
- Terjadi dengan semua jenis kacamata?
- Tetap ada setelah kacamata dilepas?
- Disertai pandangan kabur atau ganda?
Jawabannya akan membantu menentukan langkah berikutnya.
| Bagian | Hal yang diperiksa |
|---|---|
| Frame Width | Apakah sisi frame menekan kepala? |
| Bridge | Apakah terdapat tekanan atau bekas merah berlebihan? |
| Temple | Apakah terlalu pendek, panjang, atau tidak seimbang? |
| Posisi Frame | Apakah frame terlihat miring? |
| Lensa | Apakah terdapat distorsi pada area tengah? |
| Tint | Apakah terlalu kuat untuk aktivitas yang dilakukan? |
| Resep | Apakah minus, plus, dan silinder sudah diperiksa? |
| Optical Center | Apakah posisi lensa sesuai dengan pupil? |
| Screen Setup | Apakah brightness, glare, dan jaraknya sudah nyaman? |
| Gejala | Apakah hilang setelah kacamata dilepas? |
Kesimpulan
Pusing setelah memakai kacamata blue light tidak selalu berarti filternya terlalu tinggi atau mata harus dipaksa beradaptasi.
Penyebabnya dapat berasal dari:
- Frame terlalu sempit
- Bridge atau nose pad menekan
- Temple tidak sesuai
- Distorsi lensa
- Resep yang kurang tepat
- Optical center yang tidak sesuai
- Tint terlalu kuat
- Screen setup atau kondisi mata
Mulailah dengan memeriksa fit, posisi frame, kejernihan lensa, dan konteks penggunaannya.
Jika pusing terasa berat, pandangan menjadi kabur, atau gejalanya terus berulang, hentikan penggunaan dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kacamata yang tepat seharusnya mendukung aktivitasmu—bukan membuatmu harus menahan rasa tidak nyaman.

Find the Right Fit for Your Screen Routine
Explore koleksi Dymension berdasarkan ukuran frame, karakter lensa, dan aktivitas digitalmu.
