Baru bekerja satu atau dua jam di depan laptop, tetapi mata sudah berair sampai harus sering mengusapnya?
Keluhan ini sering muncul saat kamu bekerja di ruangan ber-AC, mengikuti rapat online, mengedit desain, membaca dokumen panjang, atau berpindah terus antara monitor dan ponsel.
Mata berair tidak selalu berarti mata memiliki terlalu banyak air mata.
Pada sebagian kasus, mata justru mengalami kekeringan atau iritasi ringan lalu merespons dengan mengeluarkan air mata lebih banyak.
Keluhan seperti mata berair, kering, merah, panas, dan buram termasuk gejala yang dapat muncul dalam computer vision syndrome atau digital eye strain, menurut Kementerian Kesehatan RI.
Salah satu pemicunya adalah permukaan mata yang kering karena kamu lebih jarang berkedip saat fokus pada layar.
Mata kemudian memproduksi air mata refleks untuk merespons rasa kering atau iritasi.
Penyebab mata berair saat menatap layar
Berikut beberapa pemicu yang perlu diperhatikan jika kamu sering menggunakan laptop, monitor, tablet, atau ponsel.
1. Mata kering karena frekuensi berkedip menurun
Saat membaca teks atau memperhatikan detail visual di layar, kamu cenderung menahan pandangan lebih lama.
Kedipan menjadi lebih jarang atau tidak menutup kelopak secara penuh.
Akibatnya, lapisan air mata di permukaan mata lebih cepat menguap dan tidak tersebar merata.
Permukaan mata yang tidak cukup lembap dapat terasa panas, seperti berpasir, perih, atau mengganjal.
Tubuh dapat merespons dengan mengeluarkan air mata dalam jumlah lebih banyak.
Air mata yang keluar lebih banyak belum tentu mengatasi ketidakstabilan lapisan air mata di permukaan mata.
Itulah sebabnya mata bisa terasa kering sekaligus berair dalam periode yang sama.
National Eye Institute menjelaskan bahwa dry eye dapat terjadi saat produksi air mata tidak cukup atau kualitas air mata tidak mampu menjaga mata tetap lembap.
2. Silau dan pantulan cahaya pada layar
Layar yang memantulkan lampu plafon, jendela, atau cahaya matahari dapat membuat mata bekerja lebih keras.
Kamu mungkin tidak langsung merasa silau, tetapi secara tidak sadar menyipitkan mata atau mengubah posisi kepala.
Kontras berlebihan antara layar dan lingkungan juga dapat membuat mata lebih cepat tidak nyaman.
Contohnya adalah layar terang di ruangan redup atau monitor yang menghadap langsung ke jendela.
Pantulan dan pencahayaan yang tidak sesuai dapat menambah ketidaknyamanan saat menatap layar.
Masalahnya bukan selalu tingkat kecerahan layar yang terlalu tinggi.
Layar yang terlalu gelap juga bisa membuat kamu menatap lebih dekat dan memicingkan mata untuk membaca.
Kementerian Kesehatan menyarankan agar jarak, pencahayaan, dan posisi layar diatur supaya mata tidak terus menyesuaikan diri terhadap kondisi visual yang buruk.
3. Aliran AC, kipas, udara kering, atau debu
Udara yang langsung mengarah ke wajah dapat mempercepat penguapan air mata.
Masalah ini sering terjadi di kantor dengan AC sentral, kamar dengan kipas meja, atau ruang kerja yang ventilasinya kurang seimbang.
Debu dan partikel kecil juga dapat mengiritasi permukaan mata.
Mata kemudian mengeluarkan air mata untuk membantu membilas iritan tersebut.
Jika mata berair terutama saat duduk di tempat tertentu, lingkungan kemungkinan menjadi pemicu utama.
Kamu dapat membandingkannya dengan bekerja di lokasi lain selama satu atau dua jam.
Jika keluhan berkurang tanpa perubahan pada durasi screen time, arah udara atau kualitas lingkungan patut diperhatikan.
National Eye Institute juga menyebut asap, angin, dan udara ber-AC sebagai faktor yang dapat memperburuk dry eye.
4. Resep kacamata atau koreksi penglihatan belum sesuai
Mata berair tidak selalu disebabkan oleh layar.
Minus, plus, silinder, atau kebutuhan koreksi jarak dekat yang belum sesuai dapat membuat mata terus berusaha mempertahankan fokus.
Keluhan biasanya muncul bersama pandangan buram, sakit kepala, sulit berpindah fokus, atau mata cepat lelah.
Kamu mungkin merasa lebih tidak nyaman saat membaca teks kecil atau melihat layar dari jarak yang berbeda.
Kacamata lama juga bisa menjadi masalah jika kebutuhan koreksi penglihatanmu sudah berubah.
Frame yang terlalu miring atau posisi lensa yang tidak tepat dapat mengubah area pandang dan membuat kamu sering menundukkan atau memiringkan kepala.
Dalam kondisi ini, pemeriksaan refraksi membantu menentukan resep lensa yang sesuai dengan kebutuhan penglihatanmu.
5. Mata sedang mengalami iritasi atau alergi
Debu, asap rokok, parfum, kosmetik, bulu hewan, dan produk pembersih dapat menyebabkan mata gatal serta berair.
Keluhan karena alergi biasanya lebih dominan berupa rasa gatal daripada rasa panas.
Kedua mata juga sering mengalami gejala yang mirip pada waktu yang sama.
Mata berair karena alergi dapat terjadi meski kamu tidak sedang menatap layar.
Jika gejala muncul di rumah, kantor, atau ruang tertentu, perhatikan paparan yang hanya ada di lokasi tersebut.
Hindari mengucek mata karena gesekan dapat memperburuk iritasi.
Membersihkan permukaan meja dan layar secara rutin dapat membantu mengurangi debu di sekitar area kerja.
6. Penggunaan lensa kontak atau produk mata
Lensa kontak yang terlalu lama dipakai dapat membuat mata terasa kering atau seperti ada benda asing.
Cairan pembersih yang tidak cocok juga dapat memicu rasa perih dan produksi air mata.
Produk kosmetik di sekitar mata dapat masuk ke permukaan mata saat kamu berkedip.
Jika mata berair muncul setelah memakai produk tertentu, hentikan pemakaian sementara dan perhatikan perubahan gejalanya.
Jangan memakai lensa kontak saat mata sedang merah, nyeri, atau berair terus-menerus tanpa mencari penyebabnya.
Keluhan pada pengguna lensa kontak perlu diperhatikan lebih serius karena permukaan mata menerima kontak langsung dengan material lensa.
Kenyamanan di depan layar dimulai dari kebiasaan kecil.
Jeda pandangan, kedipan penuh, dan pencahayaan yang pas dapat berjalan bersama pilihan kacamata yang sesuai dengan aktivitasmu.
Cara mengecek pemicu yang paling mungkin
Kamu tidak dapat memastikan diagnosis hanya dari satu gejala, tetapi pola kemunculan keluhan dapat membantu menemukan pemicunya.
| Pola keluhan | Pemicu yang patut dicurigai | Hal yang bisa kamu coba |
|---|---|---|
| Mata berair setelah fokus membaca atau mengedit | Kedipan berkurang dan mata kering | Berhenti sejenak, berkedip perlahan, lalu lihat objek jauh |
| Keluhan hanya muncul di meja tertentu | Pantulan layar atau arah AC | Ubah posisi monitor dan arah aliran udara |
| Berair disertai gatal dan bersin | Alergi atau iritan lingkungan | Jauhkan debu, asap, parfum, dan produk pemicu |
| Berair disertai buram dan sakit kepala | Koreksi penglihatan atau fokus yang belum sesuai | Jadwalkan pemeriksaan mata |
| Berair saat memakai lensa kontak | Mata kering, iritasi, atau durasi pakai terlalu lama | Lepas lensa dan jangan lanjutkan pemakaian saat bergejala |
| Berair juga saat tidak melihat layar | Alergi, dry eye, infeksi, atau masalah mata lain | Jangan menganggap layar sebagai satu-satunya penyebab |
Yang bisa kamu lakukan untuk tiap penyebab
Jika penyebabnya kedipan yang berkurang
Jadikan kedipan penuh sebagai kebiasaan saat membaca atau bekerja.
Kedipan penuh berarti kelopak atas dan bawah bertemu tanpa perlu mengeraskan wajah.
Coba berkedip perlahan dan penuh saat mengambil jeda dari pekerjaan.
Gunakan aturan 20-20-20 sebagai pengingat visual.
Setiap 20 menit, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.
Jeda ini bukan kesempatan untuk mengganti laptop dengan ponsel.
Mata tetap membutuhkan perubahan fokus dan waktu tanpa menatap layar.
Jika penyebabnya silau atau kontras yang buruk
Letakkan monitor tegak lurus terhadap jendela agar pantulan cahaya tidak langsung masuk ke mata.
Atur kecerahan layar agar mendekati tingkat terang ruangan.
Arahkan lampu meja ke dokumen dari samping dan pastikan cahayanya tidak memantul pada layar atau langsung mengarah ke mata.
Pastikan teks tetap mudah dibaca tanpa harus mendekatkan wajah.
Jangan menjadikan dark mode sebagai solusi universal karena hasilnya bergantung pada ukuran teks, jenis pekerjaan, dan kondisi pencahayaan.
Untuk pekerjaan dengan banyak detail warna, perubahan tampilan layar juga dapat mengganggu penilaian warna.
Jika kamu memakai kacamata, lapisan antireflektif atau anti-reflective coating membantu mengurangi pantulan pada permukaan lensa.
Fungsinya berbeda dari filter blue light, sehingga kedua fitur ini perlu dilihat secara terpisah saat memilih kacamata.
Untuk memahami pilihan fiturnya, baca panduan perbedaan blue light filter dan anti-reflective coating untuk layar.
Jika penyebabnya AC, kipas, atau udara kering
Jangan arahkan ventilasi langsung ke wajah.
Geser posisi kursi atau ubah arah kisi-kisi AC jika memungkinkan.
Bersihkan layar, meja, dan area sekitar secara rutin untuk mengurangi debu.
Hindari asap rokok di ruang kerja.
Jika ruangan sangat kering, humidifier dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kebersihan perangkat.
Minum cukup membantu kondisi tubuh secara umum, tetapi air putih bukan pengganti pemeriksaan atau terapi mata kering.
Gunakan tetes mata hanya sesuai petunjuk tenaga kesehatan atau informasi produk yang jelas.
Jika penyebabnya koreksi penglihatan
Perhatikan apakah keluhan lebih kuat saat membaca teks kecil, berpindah antara monitor dan ponsel, atau melihat layar dari jarak jauh.
Jika kamu bekerja dengan beberapa layar, panduan memilih kacamata untuk dua monitor dan laptop membahas penyesuaian jarak pandang, posisi layar, dan kebutuhan lensa.
Catat kapan pandangan mulai buram dan berapa lama keluhan bertahan.
Bawa catatan tersebut saat pemeriksaan mata.
Jangan menentukan resep lensa hanya berdasarkan pengalaman orang lain.
Kebutuhan koreksi penglihatan berbeda untuk setiap orang.
Selain resep lensa, perhatikan kenyamanan frame.
Pilih ukuran yang tidak mudah melorot atau menekan pelipis, dan minta tenaga optik memastikan posisi lensa sesuai dengan mata.
Untuk kamu yang sering rapat online atau gaming, perhatikan juga cara memilih kacamata yang nyaman dipakai bersama headset.
Jika penyebabnya alergi atau iritasi
Hindari mengucek mata meski rasa gatal terasa mengganggu.
Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar mata.
Hentikan sementara kosmetik atau produk perawatan yang baru digunakan.
Kurangi paparan debu di area kerja.
Jika aktivitasmu memerlukan pelindung mata, gunakan kacamata pelindung yang sesuai.
Jika keluhan berulang, tenaga kesehatan dapat membantu menentukan apakah penyebabnya alergi, dry eye, atau kondisi lain.
Peran kacamata Anti Blue Light dalam rutinitas layar
Kacamata Anti Blue Light dirancang untuk menyaring sebagian cahaya biru dalam rentang sekitar 400–500 nm, dengan kemampuan penyaringan yang berbeda pada setiap lensa.
Kamu bisa mempertimbangkannya jika ingin memilih karakter lensa yang sesuai dengan preferensi tampilan dan rutinitas layar sehari-hari.
Saat memilih, perhatikan kejernihan pandangan, perubahan tampilan warna, dan kenyamanan frame.
Lensa bening umumnya memberi perubahan warna yang lebih sedikit dibandingkan lensa berwarna, sedangkan tint amber atau orange memberikan nuansa pandangan yang lebih hangat.
Untuk pekerjaan yang membutuhkan akurasi warna, periksa pengaruh lensa terhadap warna sebelum menggunakannya.
Filter yang lebih tinggi tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua aktivitas.
Pilih berdasarkan kebutuhan, bukan hanya persentase penyaringan.
Panduan ciri-ciri kacamata blue light yang bagus dapat membantu kamu menilai kejernihan lensa, karakter tint, dan kecocokan frame sebelum memilih.
Perlu dibedakan antara preferensi memakai lensa dan manfaat pengobatan.
Tinjauan Cochrane menemukan bahwa lensa filter blue light mungkin tidak mengurangi kelelahan mata akibat komputer dalam jangka pendek dibandingkan lensa tanpa filter.
Kacamata ini juga bukan terapi untuk mata berair atau mata kering.
Jika kamu ingin memasukkan kacamata Anti Blue Light ke dalam rutinitas harian, Dymension menawarkan pilihan karakter lensa dan frame yang bisa disesuaikan dengan aktivitas serta gaya kamu.
Padukan pilihan tersebut dengan jeda layar, pencahayaan yang nyaman, dan koreksi penglihatan yang tepat bila diperlukan.
Kapan mata berair perlu diperiksa?
Jangan menganggap semua keluhan mata sebagai efek screen time.
Segera cari pemeriksaan mata jika keluhan disertai nyeri hebat, mata sangat merah, sensitif terhadap cahaya, penurunan penglihatan, atau rasa seperti ada benda yang menusuk.
Periksa juga jika hanya satu mata yang terus berair tanpa penyebab jelas.
Keluhan yang bertahan meski kamu sudah mengurangi layar, memperbaiki pencahayaan, dan menghindari AC juga perlu diperiksa.
Gangguan pada kelopak mata, saluran air mata, permukaan kornea, alergi, dan infeksi dapat memiliki gejala yang mirip.
Pemeriksaan mata diperlukan untuk membedakan penyebab tersebut.
Jangan memakai tetes mata yang mengandung obat tertentu berulang kali tanpa arahan tenaga kesehatan.
Jika kamu mengalami pandangan buram terus-menerus, sakit kepala berulang, atau sulit fokus, ambil jeda dari pekerjaan dan periksakan keluhan tersebut.
Kementerian Kesehatan menyarankan pemeriksaan apabila mata merah, pandangan buram, nyeri mata, atau keluhan tetap muncul setelah kebiasaan penggunaan layar diperbaiki.
FAQ tentang mata berair saat menatap layar
Apakah mata berair berarti mata saya terlalu lembap?
Tidak selalu.
Mata dapat mengeluarkan air mata refleks saat permukaannya kering atau mengalami iritasi.
Rasa kering, panas, dan seperti berpasir dapat muncul bersamaan dengan mata berair.
Apakah blue light adalah penyebab utama mata berair?
Blue light belum terbukti sebagai penyebab utama mata berair saat menggunakan layar.
Durasi menatap layar, kedipan yang berkurang, silau, jarak pandang, pencahayaan, dan kondisi udara sering lebih relevan untuk keluhan sehari-hari.
Lensa blue-light filtering tidak menggantikan jeda visual atau pemeriksaan mata.
Berapa jarak ideal antara mata dan monitor?
Pedoman dari Kementerian Kesehatan menyebut kisaran sekitar 50–70 cm untuk posisi layar komputer.
Jarak yang tepat tetap bergantung pada ukuran monitor, ukuran teks, kemampuan melihat, dan posisi kerja.
Kamu tidak seharusnya perlu membungkuk atau menyipitkan mata untuk membaca.
Apakah aturan 20-20-20 pasti menghentikan mata berair?
Tidak ada satu kebiasaan yang pasti menghentikan semua penyebab mata berair.
Aturan 20-20-20 membantu mengurangi fokus dekat tanpa jeda, tetapi hasilnya bergantung pada kondisi mata dan lingkungan.
Jika keluhan tetap muncul, penyebab lain perlu dipertimbangkan.
Apakah memakai kacamata tanpa resep bisa membuat mata berair?
Kacamata tanpa resep tidak otomatis menyebabkan mata berair.
Namun, kualitas optik, posisi lensa, pantulan, tint, dan kecocokan frame dapat memengaruhi kenyamanan visual.
Jika kamu mengalami buram, pusing, atau sulit fokus setelah memakai kacamata, hentikan pemakaian sementara dan periksa penyebabnya.
Apakah mata berair karena layar bisa merusak mata secara permanen?
Keluhan digital eye strain umumnya berkaitan dengan rasa tidak nyaman, mata kering, buram sementara, atau kelelahan visual.
Keluhan tersebut tidak boleh dianggap sebagai bukti kerusakan permanen, tetapi juga tidak perlu diabaikan jika berulang.
Pemeriksaan mata dapat membantu menemukan kondisi lain yang tidak berkaitan langsung dengan layar.
Kapan saya perlu mengganti kacamata untuk kerja di depan layar?
Pertimbangkan pemeriksaan jika resep sudah lama, pandangan sering buram, atau kamu harus menyipitkan mata untuk membaca.
Jangan mengganti kacamata hanya karena mata berair tanpa mencari pemicu lain.
Resep lensa, kecocokan frame, kebiasaan kerja, dan kondisi permukaan mata perlu dilihat bersama.
Kesimpulan
Jika mata berair saat menatap layar, cek dulu apakah kamu jarang berkedip, terkena pantulan cahaya, duduk tepat di bawah AC, atau memakai koreksi penglihatan yang tidak lagi sesuai.
Mulai dengan jeda 20-20-20, kedipan penuh, jarak layar sekitar 50–70 cm, dan posisi monitor yang tidak memantulkan jendela atau lampu.
Perbaiki satu faktor pada satu waktu agar kamu tahu perubahan mana yang membantu.
Jika mata tetap berair, merah, nyeri, buram, atau sensitif terhadap cahaya, jadwalkan pemeriksaan mata.
Lengkapi kebiasaan tersebut dengan kacamata yang sesuai dengan kebutuhan penglihatan, preferensi lensa, dan gaya sehari-harimu.
Temukan kacamata untuk rutinitas layar kamu
Eksplorasi pilihan Anti Blue Light di website resmi Dymension dan pilih karakter lensa serta frame yang sesuai dengan aktivitasmu.
